DEVELOPMENT STRATEGY OF AGRICULTURAL SECTOR FOR SUPPORT THE ECONOMY ACTIVITIES IN BORDER AREAS OF WEST KALIMANTAN

Imelda Imelda

Abstract


The purpose of this study is to identify development strategy of the agricultural sector for supportthe economic activities in border areas of West Kalimantan. The research location in Badau District with consideration of the first line border area in Kapuas Hulu andas a national strategic activity area. Research data is sourced from primary data and secondary data. Primary data include internal and external variables affecting agricultural activities in the border area of Kapuas Hulu Regency. Data analysis using SWOT and QSPM. The SWOT analysis shows that the development of border agricultural sector in Badau District is in the area of V (concentration strategy by applying horizontal integration or stability) meaning that the development of the agricultural sector in the border area of West Kalimantan should be concentrated on utilizing the strength and growth opportunities of the region. The QSPM analysis concludes that the first strategic priority is the empowerment of farmers in the application of technology in cultivation, harvest, and postharvest activities.

Keywords


agricultural sector; border area; QSPM; strategy; SWOT

Full Text:

PDF

References


Abdullah and Sari. 2014. Politik Identitas Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia: Kasus Badau di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Kawistara. Vol. 4 No. 3. 225-330.

Anantanyu. 2011. Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Jurnal SEPA. Vol. 7 No. 2. (102-109).

Ashari. 2006. Potensi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Dalam Pembangunan Ekonomi Pedesaan dan Kebijakan Pengembangannya. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian.

Dariwardani, N. M. I. 2014. Analisis Dinamika Kemiskinan (Poverty Dynamics) di Bali Berdasarkan Data Susenas Panel 2008-2010. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol. 7 No. 1. 7-15.

David, Freed R. 2007. Strategic Management, Concept and Cases. New Jersey: Pearson Education, Inc.

David M. E., David F. R., and David F. R. 2009. The Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Applied To A Retail Computer Store. The Coastal Business Journal. Vol. 8 No. 1. 42-52.

David M. E., David F. R., and David F. R. 2016. The Quantitative Strategic Planning Matrix: A New Marketing Tool. Journal of Strategic Marketing.

Djokosantoso, M. 2005. Budaya Organisasi dalam Tantangan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Faizaty N. E., Rifin A., and Tinaprilla N. 2016. Proses Pengambilan Keputusan Adopsi Inovasi Teknologi Budidaya Kedelai Jenuh Air (Kasus: Labuhan Ratu Enam, Lampung Timur). AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research. Vol. 2 No. 2. 97-106.

Fauzan, M. 2016. Pendapatan, Risiko, dan Efisiensi Ekonomi Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research. Vol. 2 No. 2. 107-117.

Huwae, Idrus dan Salim. 2013. Pengaruh Sosial Ekonomi, Produktivitas Pekebun, dan Manajemen Usaha Tani Terhadap Keputusan Pengembangan Usaha Tani Kelapa Sawit Rakyat (Studi pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Keerom Provinsi Papua). Jurnal Aplikasi Manajemen. Vol. 11 No. 1. 49-64.

Iek, Mesak. 2013. Analisis Dampak Pembangunan Jalan Terhadap Pertumbuhan Usaha Ekonomi Rakyat di Pedalaman May Brat Provinsi Papua Barat (Studi Kasus di Distrik Ayamaru, Aitinyo dan Aifat). Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol. 6 No. 1. 30-40.

Marihandono, Djoko.2011. Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat: Sumber Sejarah dan Permasalahannya. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya. Vol. 1 No.2. 132-151.

Marwasta, Djaka. 2016. Pendampingan Pengelolaan Wilayah Perbatasan di Indonesia: Lesson Learned dari KKN-PPM UGM di Kawasan Perbatasan. Indonesian Journal of Community Engagement. Vol. 1 No. 2. 204-216.

Nuraini C, Darwanto D. H., Masyhuri and Jamhari. 2016. Model Kelembagaan Pada Agribisnis Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research. Vol. 2 No. 1. 10-16.

Permatasari, Ane. 2014. Otonomi Khusus Daerah Perbatasan, Alternatif Solusi Penyelesaian Masalah Perbatasan. Jurnal Media Hukum. Vol. 21 No. 2. 225-240.

Poerwanto, H. 2008. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Prasojo, Z. H. 2013. Dinamika Masyarakat Lokal di Perbatasan. Jurnal Walisongo. Vol. 21 No. 2. 417- 436.

Priyanto and Diwyanto. 2014. Pengembangan Pertanian Wilayah Perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian. Vol. 7 No. 4. 207-220.

Raswita and Utama. 2013. Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan Antar Kecamatan di Kabupaten Gianyar. E-Jurnal EP Universitas Udayana. Vol. 2 No. 3. 119-128.

Sarkis, J. 2003. Quantitative Models for Performance Measurement Systems-Alternate Considerations (Quantitative Strategic Planning Matrix/QSPM). International Journal of Production Economics. Vol. 86. No. 1. 81-90.

Sekaran and Roger. 2010. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. New Jersey: John Wiley and Sons.

Setiawan, A. 2013. Analisis Perbandingan Pembangunan Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Komparatif Pembangunan Perbatasan Sebatik-Tawau). E-Journal Ilmu Hubungan Internasional. Vol. 1 No. 3. 693-702.

Shojaie M., Hamidian M., and Basiji A. 2014. Strategy Planning Using SWOT Analysis and QSPM Model A Case Study of Baridsoft Company (One of the top and leader companies of Iranian software industry). International Journal of Scientific Management and Development. Vol. 2 No. 7. 252-257.

Sukartini and Solihin. 2013. Respon Petani Terhadap Perkembangan Teknologi dan Perubahan Iklim : Studi Kasus Subak di Desa Gadungan, Tabanan, Bali. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol. 6 No. 2. 128-139.

Sumarno J., Harianto,and Kusnandi N. 2015. Peningkatan Produksi dan Efisiensi Usahatani Jagung Melalui Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Gorontalo.Jurnal Manajemen dan Agribisnis. Vol. 12 No. 2. 79-91.

Susilo, Kasru. 2013. Kebijaksanaan Pengembangan Wilayah di Masa yang Akan Datang dan Implikasinya terhadap Kebutuhan Analisis dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Geografis. Departemen Pemukiman dan Pengembangan Wilayah.

Syahza and Suarman. 2013. Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal dalam Upaya Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 14 No. 1. 126-139.

Syarief, Sumardjo and Fatchiya. 2014. Kajian Model Pemberdayaan Ketahanan Pangan di Wilayah Perbatasan Antar Negara. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol 19. No. 1. 9-13.

Todaro, M. P. and S.C. Smith. 2003. Economic Development (Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga alih bahasa Haris Munandar). Jakarta: Erlangga.

Yasa and Arka. 2015. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Disparitas Pendapatan Antardaerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol. 8 No. 1. 63-71.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jam.2018.016.02.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.